Electronic Data Capture atau disingkat EDC adalah sebuah alat penerima pembayaran yang dapat menghubungkan antar rekening bank. Mesin ini sendiri diterbitkan oleh perbankan dan dapat terkoneksikan dengan server perbankan. Pada umumnya EDC memiliki bentuk seperti telepon genggam model lama dengan layar yang kecil.

 

Mesin EDC tidak hanya berfungsi sebagai alat gesek tunai, tetapi Anda juga dapat menggunakan mesin EDC untuk transaksi pembayaran belanja, pembayaran biaya tol, pembayaran biaya tiket pesawat dan listrik, hal tersebut di paparkan dalam buku Bijak Ber-E-Banking yang diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Dengan adanya EDC Anda akan terbantu dalam bertransaksi memakai kartu e-money/kartu kredit/kartu debit di toko. Mesin EDC ini biasanya berbentuk besar (seringnya berwarna biru) dengan tombol dan kabel dan layar kecil yang terletak di atas meja kasir di minimarket. Selain itu mesin EDC juga akan Anda temukan pada gerbang tol otomatis, penggunaannya cukup dengan menempelkan kartu pada tempat yang disediakan lalu secara otomatis gerbang tol akan terbuka.

 

Transaksi Reversal adalah sebuah pemberitahuan melalui SMS yang dikirim ke nomor nasabah yang telah terdaftar karena adanya kegagalan transaksi.

Arti reversal mesin edc adalah kegagalan transaksi debet yang dilakukan dengan menggunakan mesin edc dikarenakan karena mesin edc eror atau jaringan sedang tidak stabil.

 

Cara Mengatasi Transaksi Reversal BRI

 

Jika sudah mengetahui arti penyebab transaksi reversal pada mesin edc, selanjutnya Anda tinggal mengetahui bagaimana cara mengatasi transaksi reversal tersebut. Untuk lebih jelas mengenai solusi maupun cara mengatasi tersebut, bisa simak dan ikuti pembahasan di bawah ini sampai akhir.

Pertama, pastikan jika koneksi jaringan internet yang digunakan untuk melakukan transaksi stabil dan lancar (jika Anda melakukan lewat layanan Mobile dan Internet Banking). Itu guna mencegah terjadinya hal tidak diinginkan saat melakukan transaksi sehingga meminimaliris kegagalan saat melakukan transaksi.

Anda juga bisa aktifkan fitur SMS notifikasi guna memberi tahu Anda jika telah ada transaksi di rekening dengan nominal tertentu. Transaksi bisa saja dengan nominal tertentu seperti misalnya Rp 500.000.

Dengan begitu pihak bank akan memotong saldo sebesar Rp 500 per SMS yang dikirim. Ini juga akan berfungsi dan berguna sebagai notifikasi di dalam rekening Anda ada transaksi baik kredit maupun debit. Sehingga akan lebih aman lagi.