Derby Mataram menyisakan kekecewaan besar dari para fans saat Persis Solo dipermalukan klub sekotanya. Hal ini pula yang membuat pelatih menghilang dan hanya mengirimkan asistennya untuk menghadapi media.

Tim dengan 4 pemain asing pun tidak mampu menyelamatkan Persis Solo dari kekalahan dari klub sekotanya tersebut. Bahkan PSIM menjadi penguasa di fase grup Liga 2.

Bagaimana derby ini membuat Persis Solo hancur dan bagaimana nasib pelatih?

Kekalahan Persis Solo dalam Derby yang Menyakitkan

Pada pekan kedelapan Liga 1 2021/2022 PSIM Jogja berhasil membungkam Persis Solo, Stadion Manahan Solo (15/11). Dalam duel derby tersebut Persis Solo takluk 1-0 di menit 51. Gol tersebut dicetak oleh Sugeng Efendi.

Tim tuan rumah lebih mendominasi pertandingan dengan berbagai peluang. Namun tidak satupun dari peluang tersebut menghasilkan gol.

Padahal di kubu Persis Solo di atas kertas jauh melebihi skuad PSIM Jogja. Apalagi saat itu irfan Bachdim menjalani debutnya. Dia baru saja direkrut pada pertengahan musim 2021 kemarin.

Kekalahan ini juga merupakan kekalahan perdana di fase grup Liga 2 2021. Pahitnya lagi, pada pertemuan pertama Persis Solo ditahan imbang 0-0 oleh PSIM.

Di sisi lain, PSIM mendapatkan poin penuh dan merangsek ke peringkat kedua klasemen di Grup C Liga 2 ini.

Meski menelan kekalahan, Persis Solo tetap bertengger di posisi puncak klasemen grup C dengan torehan 15 angka. Hanya selisih dua angka dari PSIM Jogja.

Masih Kalah Meski dengan 4 Pemain Asing, dan Injury Time hingga 6 Menit

Persis Solo benar-benar dipermalukan dalam derby kali ini. Skuad Persis Solo dengan kekuatan penuh masih tidak mampu mendapatkan kemenangan. Saat pertandingan tersebut ada 4 pemain asing yang diturunkan, yaitu Irfan Bachdim, Yu Hyun-koo, Beto Goncalves, dan Fabiano Beltrame.

Statistik pertandingan juga lebih dikuasai oleh Persis Solo, dengan penguasaan bola hingga 58 persen. Penguasaan bola yang tinggi ini juga tidak mampu membuahkan banyak peluang. Total tembakan yang mengarah ke gawang malah sama-sama dengan 3 tembakan ke gawang.

Malah dari ketiga tembakan ke gawang tersebut, PSIM dianggap lebih pantas mendapatkan kemenangan. Peluang pertama dari PSIM mengenai mistar gawang, peluang kedua pemain berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang, dan peluang ketiga berhasil membuahkan gol.

Kekalahan Persis Solo pun kian sempurna ketika injury time yang diberikan hingga 6 menit. Dalam waktu tambahan tersebut Persis Solo tidak mampu berbuat banyak untuk menyamakan kedudukan.

Pelatih Eko Purjianto Lempar Tanggung Jawab

Tagar #ekoout sempat menghiasi Twitter. Eko Purjianto selaku pelatih Persis Solo bahkan tidak melakukan kewajibannya dalam jumpa pers setelah pertandingan usai. Padahal jumpa pers tersebut menjadi kewajiban setiap pelatih untuk Liga 1 dan Liga 2 setelah pertandingan.

Tugas menghadapi media itupun diambil alih oleh asisten pelatih Haryanto Prasetyo. Dalam jumpa pers tersebut dikatakan bahwa ada kesalahan di para pemain yang terburu-buru dalam melakukan umpan-umpan dan mengatur permainan.

Selain itu, kepercayaan diri skuad hilang setelah adanya gol dari lawan. Dengan skuad yang mentereng tidak bisa menciptakan gol untuk memenangkan, bahkan untuk menyamakan skor.

Para fans Persis Solo pun meluapkan kemarahannya di Twitter dengan mendesak Eko Purjianto mengundurkan diri. Eko dianggap gagal meramu tim yang penuh bintang.

Derby Manahan ini benar-benar mempermalukan Persis Solo, dan membuat skuad yang digadang-gadang segera promosi ini malah beresiko terganjal. Akankah Persis Solo mampu memperbaiki performanya? Simak terus bola nusantara terlengkap disini!