Viskositas sudah menjadi salah satu indikator utama untuk menentukan kualitas dalam berbagai macam aplikasi biotek, mulai dari farmasi dan perangkat mekanis hingga laboratorium medis dan pusat penelitian.

Pengukuran kekentalan atau viscocity ini begitu penting dalam menentukan rentang titik data yang begitu luas, seperti titik mana cairan dapat mengalir melalui jarum suntik, apakah tegangan geser dan kavitas dipengaruhi dengan mendorong cairan melalui rongga sempit, dan sebagainya.

Nah, hampir semua daftar kegiatan yang terlibat di dalam kegiatan biotek ini memerlukan pemantauan proses dan pengukuran viskositas yang sangat panjang.

Viscosity Bukanlah Sesuatu yang Harus Diabaikan

Viskotasitas tidak boleh kamu abaikan atau lewatkan begitu saja, karena menjadi patokan seberapa tebal atau encer obat-obatan yang telah dibuat oleh pabrik.

Tentu saja, semua proses pembuatan obat tersebut haruslah dipertimbangkan dan menentukan kerugian gesekan dalam sistem proses fluida.

Viskositas ini dinyatakan dalam satuan SSU (seconds saybolt universal), cPs (Centopose) atau cSt (centistokes).

Melalui satuan tersebut, banyak para ahli kimia yang mempresentasikannya ke dalam persamaan seperti berikut:

SSI = cSt x 4,55 (dimana cSt lebih besar dari 50)
cSt = cPs/SG (berat jenis)

Viskositas ini pun harus dilakukan pengujian melalui rentang laju geser dan temperatur dengan hasil viskositas yang harus kamu plot dalam bentuk grafik.

Terminologi untuk Viskositas

Perlu dicatat juga bahwa viskositas memiliki terminologi yang akan mempersingkat kita dalam menyebut kegiatan, hasil, produk, reaksi, dan semacamnya.

Adapun 3 terminologi yang sering digunakan diataranya.

  • Cairan dengan viskositas yang berkurang dengan suhu yang meningkat. Contohnya adalah oli motor.
  • Shear Thinning. Dikenal pula dengan sebutan Thixotropic, ini terjadi ketika energi diterapkan dan cairan menunjukkan penurunan viskositas. Contohnya adalah cat.
  • Shear Thickening. Dikenal pula dengan sebutan Dilatan, ini terjadi ketika energi diterapkan dan cairan menunjukkan peningkatan viskositas. Contohnya adalah senyawa dari sebuah permen.

Masing-masing terminologi ini akan mempengaruhi bentuk obat dan efeknya terhadap tubuh kita. Tentu saja, obat sirup yang digunakan secara oral dan cairan infus sudah pasti memiliki viskositas yang berbeda.