Franco Aquila, seorang CEO dari Iplayco di Langley, British Columbia, tak pernah memberikan janji kepada pelanggan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan para pemasoknya.

Langkah yang diambil Franco tentunya menjadi suratan yang begitu jelas bahwa supply chain management sangatlah penting dalam menangani pelanggan biar tetap puas.

Ada beberapa tujuan yang harus dicapai biar supply chain management tersebut dibilang efektif dan efisien, yaitu haruslah memberikan solusi yang mulus dan terintegrasi demi memberikan hasil nyata untuk efisiensi biaya, kepuasan pelanggan, dan hasil akhir.

Menurut Franco sendiri, ada beberapa tips untuk menentukan SCM yang mana petuahnya sudah dituliskan secara jelas berikut ini.

Pilih Pemasok yang Tepat

Buat persyaratan yang jelas bagi pemasok semenjak awal. Kita mesti memilih pemasok yang mematuhi dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Masing-masing daerah tentunya memiliki standarisasi yang berbeda. Namun secara garis besarnya haruslah memenuhi keselamatan kerja, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan menghasilkan kualitas yang konsisten.

Sebuah perusahaan bernama Puninar Logistics bisa kita jadikan sebagai contoh, yang mana terbukti ahli dalam mengelola proses rantai pasokan dengan sistem end-to-end mulai dari logistik, manajemen material manufaktur, pergudangan, hingga layanan pasca pengiriman.

Tetap Jalin Komunikasi

Jangan sampai penyedia layanan supply chain management merasa kaget dengan orderan yang datang secara tiba-tiba.

Selalu berhubungan dengan mereka dan komunikasikan segala macam permasalahan yang ada. Jika ingin menggunakan jasa, maka hubungi mereka sebelum proses pemesanan dilakukan.

Bangun Kepercayaan

Kepercayaan menjadi salah satu aset terpenting biar bisnis tetap berjalan dengan semestinya. Makanya, selalu komunikasikan segala macam permasalahan dan hambatan.

Tetap terbuka diantara kedua belah pihak menjadi salah satu jembatan agar kepercayaan antara penyedia supply chain management dan perusahaan kita semakin erat.

Jangan Kapok Saat Ada Kesalahan

Kesalahan ada untuk dipelajari, dan bukan untuk dihindari. Jangan gunakan dogma sekolah yang mengharuskan kita selalu benar setiap waktu!

Di dunia bisnis, 100 kali salah dan 1 kali benar sudah bisa dibilang lumayan. Bahkan 100 kesalahan tersebut terkadang menjadi bagian dari kesuksesan yang tak terpisahkan.